MEMBANGUN DAN MENGUNGKIT ASET STRATEGIK BERBASISKAN PASAR UNTUK MENURUNKAN KEMISKINAN MASYARAKAT DAN MENCAPAI KEMANDIRIAN ORGANISASI : STUDI KASUS PAD

1. Pendahuluan

Kemiskinan bukanlah diciptakan oleh kaum miskin melainkan kaum miskin adalah korban. Konsep, institusi, dan kerangka yang menciptakan kemiskinan, tidak dapat mengakhiri kemiskinan (Yunus, 1998). Berbagai jenis bantuan pembangunan menggunakan pola pikir tradisional yaitu pola pikir amal kepada kaum miskin, padahal sebenarnya kaum miskin tidak membutuhkan amal seperti itu. Kaum miskin membutuhkan kredit yang memberikan peluang untuk menanam modal dan berkompetisi dengan rekan lain yang secara keuangan lebih baik (Auwal, 1996). Kebutuhan kaum miskin akan kredit ini dapat dipenuhi oleh kewirausahaan sosial. Muhammad Yunus (2006) meyakini bahwa keuangan mikro adalah salah satu jenis kewirausahaan sosial yang dapat melakukannya.

Fenomena pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang diamati oleh peneliti adalah LKM-LKM di Indonesia banyak yang masih belum mampu untuk melayani UMK-UMK (Usaha Mikro & Kecil) dengan baik. LKM-LKM tersebut juga banyak yang belum mampu untuk terus bertahan hidup karena sistem kerja yang kurang optimal sehingga tidak mampu memperbaiki tingkat pembayaran pinjaman oleh nasabah dan tidak mampu meningkatkan laba organisasi yang kemudian membawa LKM-LKM tersebut menuju kondisi bangkrut. Hal ini mencerminkan kurangnya kerangka yang handal bagi LKM-LKM untuk memanfaatkan sumber dayanya masing-masing demi mencapai penurunan kemiskinan masyarakat dan mencapai kemandirian LKM itu sendiri secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kerangka yang digunakan oleh organisasi kewirausahaan sosial keuangan mikro untuk membangun dan mengungkit aset strategik demi penurunan kemiskinan masyarakat dan mencapai kemandirian organisasi itu sendiri.

2. Tinjauan Teoritis

Ada tiga perspektif teoritis dasar yang dapat menjelaskan penelitian ini, yaitu perspektif aset berbasiskan pasar, perspektif institusional, dan perspektif jaringan sosial. Ulasan tinjauan teoritis ini menghasilkan dua proposisi, yaitu :

P1 : Aset strategik pada organisasi kewirausahaan sosial keuangan mikro ditentukan oleh karakter target pasarnya.

P2 : Aset berbasiskan pasar pada organisasi kewirausahaan sosial keuangan mikro diperoleh melalui hubungan intensif antara organisasi tersebut dan jaringan nilainya.

3. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan dua kasus yaitu Baitul Maal wa Tamwil (BMT) At-Taqwa dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Mas dengan dua satuan analisis, yaitu LKM yang menjadi fokus dan masyarakat di sekitar LKM. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif exploratory studi kasus berganda yang menggunakan satuan analisis berganda (embedded), yaitu aset, pasar, nilai sosial target pasar LKM, dan kinerja keuangan LKM.

4. Diskusi Kasus BMT At-Taqwa dan LPD Mas

Berikut ini adalah ringkasan dari target pasar, aset strategik, nilai sosial yang dicapai oleh BMT At-Taqwa dan LPD Mas, dan kinerja keuangan LPD Mas dan BMT At-Taqwa.

Variabel

BMT At-Taqwa

LPD Mas

Target Pasar

Umat Muslim yang memiliki taraf ekonomi rendah dan umat Muslim pelaku UMK.

Seluruh warga asli desa pakraman Mas, baik warga yang memiliki taraf ekonomi rendah maupun warga yang memiliki taraf ekonomi menengah.

Aset Strategik

Prinsip perbankan syariah dan rasa memiliki setiap karyawan BMT At-Taqwa terhadap lembaga BMT At-Taqwa.

Bendesa pakraman Mas sebagai pengawas LPD Mas, awig-awig desa pakraman Mas, dan karyawan LPD Mas yang merupakan warga asli desa pakraman Mas.

Nilai Sosial

  1. Memperkenalkan target pasar BMT At-Taqwa terhadap transaksi perbankan.
  2. Meningkatkan mental mandiri.
  3. Meningkatkan kesejahteraan target pasar BMT At-Taqwa (menurunkan kemiskinan target pasar).
  1. Meningkatkan mental mandiri.
  2. Meningkatkan kesejahteraan target pasar LPD Mas (menurunkan kemiskinan target pasar).
  3. Meningkatkan pembangunan desa pakraman Mas.

 

Tahun 2007

Tahun 2008

Tahun 2007

Tahun 2008

ROA (%)

2,29

2,79

3,60

3,07

ROE (%)

39,64

36,79

26,80

25,55

 

5. Penutup

Penelitian ini menemukan bahwa pembangunan dan pengungkitan aset strategik di kedua LKM (BMT At-Taqwa dan LPD Mas) disesuaikan dengan karakteristik target pasar LKM (BMT At-Taqwa dan LPD Mas). Fenomena ini sesuai dengan pernyataan Day (1990) dan Webster (1994) yang menyatakan bahwa perusahaan yang sukses berorientasi eksternal dan beracuan pada pasar. Hasil temuan ini mendukung proposisi 1 yang menyatakan bahwa aset strategik pada organisasi kewirausahaan sosial keuangan mikro ditentukan oleh karakter target pasarnya.

Penelitian ini juga menemukan bahwa aset strategik kedua LKM tersebut diperoleh melalui jaringan sosial yang telah muncul sejak awal terbentuknya kedua LKM tersebut. Fenomena ini sesuai dengan pendapat Ripolles dan Blesa (2005) dan Welter dan Kautonen (2005) yang mengungkapkan bahwa jaringan sosial memberikan berbagai sumber daya yang bernilai yang belum dimiliki kepada pelaku wirausaha dan membantu pelaku wirausaha tersebut untuk mencapai tujuannya. Hasil temuan ini mendukung proposisi 2 yang menyatakan bahwa aset berbasiskan pasar pada organisasi kewirausahaan sosial keuangan mikro diperoleh melalui hubungan intensif antara organisasi tersebut dan jaringan nilainya.

            Berdasarkan ulasan pada kedua kasus (LPD Mas dan BMT At-Taqwa), ditemukan bahwa kedua LKM tersebut memanfaatkan aset strategiknya masing-masing ke dalam aktivitas transaksi atau aktivitas penciptaan nilai, sehingga kedua LKM tersebut berhasil untuk meningkatkan kesejahteraan target pasarnya dan kinerja keuangannya masing-masing. Dengan demikian maka kerangka yang digunakan oleh organisasi kewirausahaan sosial keuangan mikro untuk membangun dan mengungkit aset strategik demi penurunan kemiskinan masyarakat dan mencapai kemandirian organisasi itu sendiri dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar Kerangka Untuk Membangun dan Mengungkit Aset Strategik Pada Organisasi Kewirausahaan Sosial Keuangan Mikro

 

* Alex Tribuana Sutanto